Friday, June 09, 2017

Review Suzuki Ertiga Diesel Hybrid Terlengkap

Review Mobil Suzuki Ertiga Diesel Hybrid: Manja dan Halus

Reviewsukasuka - Di hari Sabtu tanggal 11 silam, kami memperbuat test drive Suzuki Ertiga Diesel di Gandaria City. Awalnya kami hanya iseng mampir di booth tersebut, tetapi berbagai orang Suzuki yang mengetahui kmemberbagi kami peluang spesial untuk merasakan Suzuki Ertiga Diesel Hybrid baru yang langsung dibawa dengan cara utuh dari India. Test drive ini lebih dari sekedar test drive di lingkungan mall, kurang lebih 3 jam kami mencoba membikin video dan merasakan langsung Ertiga Diesel Hybrid ini dengan rute Gandaria, Mayestik, Pati Unus, Simprug sampai Arteri Pondok Indah. Begini impresinya.
Review Mobil Suzuki Ertiga Diesel Hybrid: Manja dan Halus

Eksterior Suzuki Ertiga Diesel Hybrid

Secara eksterior tak ada ubahan berarti pada Suzuki Ertiga Diesel ini. Wajah, tahap samping dan buritan mobil ini tetap sama. Perbedaannya hanya ada pada logo DDIS di tahap samping, emblem Hybrid di tahap belakang dan tulisan ZDi. Dan fitur-fitur yang terkesan di eksteriornya hanya ada pada 4 buah sensor parkir di tahap belakang (versi Indonesia hanya 2) dan rear defogger. Sisanya tetap sama.

Masuk ke dalam interior, kami bakal menemukan desain speedometer yang tak sama, warnanya lebih cerah dengan rona putih dan biru. Tak lupa indikator SHVS dan Auto Start/Stop dan gear shift indicator juga turut hadir disini. Kaca spion belakang saat ini punya fitur day and night, lampu depan ada height adjuster, 2 buah tweeter pun tak absen semacam Ertiga GX dan penambahan suatu  tombol untuk mematikan auto start/stop engine.
Review Bagian Eksterior Mobil Suzuki Ertiga Diesel Hybrid

Warna interiornya tetap sama, hanya untuk setir dan tuas transmisinya memakai warna beige cerah semacam model sebelum facelift, opini kami pasti saja ini tak keren mengingat bahan bakal mudah kotor semacam Ertiga 2014 milik reviewer kami, Ridwan Hanif. Semacam halnya model sebelum facelift, di Ertiga Diesel ini dirinya juga tak punya window dengan fitur auto up, hanya auto down saja. Kemudian panel AC-nya mempunyai manfaat pemanas, tombol AC on/off dan tombol untuk mengatur ventilasi dan mengaktifkan defogger.

Sayangnya Suzuki Ertiga diesel ini tetap sangat India sekali, apabila kamu sempat ke India, maka kamu dapat lihat mobil-mobil kenamaan semacam Ford, VW dan pasti saja mobil-mobil Jepang yang dirakit disana umumnya mempunyai built quality yang tak sebaik versi buatan Jepang, Thailand alias Indonesia. Kami dapat dengan mudah menemukan fit and finishing yang tak rapi, acak-acakan dan kasar. Untungnya bahan plastik di mobil ini tetap sama bernilainya dengan Ertiga varian bensin.

Masih soal ketidak lebihan, Ertiga Diesel ini juga punya kursi dengan kontur yang lebih kasar, tak terasa mewah, keren dan juga busa yang dipakai lebih lembek. Sisanya dapat dibilang tetap sama persis dengan Ertiga yang selagi ini kami kenal.

Mesin Suzuki Ertiga Diesel Hybrid

Suzuki memakai ISG, alias Integrated Start Generator yang menggabungkan alternator dan dinamo starter menjadi 1 komponen. Ketika menyalakan mesin mobil ini, ISG tetap memberbagi suara start semacam layaknya dinamo starter mobil banyak, hanya saja lebih halus. Salut buat Suzuki Ertiga Diesel ini sebab suara mesin dan getarannya sangat halus. Suara mesin mobil ini juga tetap dapat terjaga dengan sangat baik di rpm tinggi selayaknya mesin bensin, padahal ini diesel.

Mobil ini hanya dilengkapi dengan transmisi manual, pedal feel-nya ya tak dapat dibilang keren, tapi koplingnya ringan. Transmisinya juga presisi dipakai. Mengendarai mobil ini rasanya tetap persis semacam mengendarai Ertiga Facelift bensin, sebab karakter mesin diesel ini sama-sama loyo di putaran bawah.

Suzuki mengaku bahwa mobil ini punya torsi puncak di 1.750 rpm dan tenaga puncak di 4.000 rpm. Torsinya tak main-main sebab besar sekali di 200 Nm meskipun tenaganya hanya 89 Ps. Tetapi ketika kami ajak berpercepatan, mobil ini tak memperlihatkan data tersebut seksama. Berdasarkan pengujian kami, torsi puncak dari mobil ini justru terasa di 2.500 rpm, sebab ketika jarum tachometer mencapai angka tersebut, mesin mulai menunjukkan jambakan kemampuan yang besar. Rentang 2.000 rpm dan dibawahnya jujur mobil ini terasa tak lebih.

Masih lanjut ngomongin kemampuan, torsi mobil ini enak, enak banget, seusai kick in di rpm 2.500, torsinya tetap terasa ngisi sampai rpm 4.000, lewat dari 4.000 rpm telah mulai terasa bertidak lebih. Sebab mesin mobil ini hanya berkubikasi 1.300 cc saja, maka Ertiga Diesel ini punya mesin yang agak tak sama dengan mesin mobil diesel yang besar-besar pada umumnya, apabila diesel lainnya bakal mencapai redline di angka 4.000, mobil ini punya redline di angka 5.000 rpm, lumayan tinggi untuk suatu  mesin diesel.

Di kecepatan tinggi mobil ini tetap dapat diandalkan, hanya saja diatas 100 kilometer perjam, penambahan kecepatannya terbukti tak semudah varian transmisi bensin. Gigi 5 dari mobil ini disetel sangat rendah untuk ECO driving, sehingga kalau mau berpercepatan lebih baik gunakan gigi-gigi bawah. Andai saja mobil ini punya transmisi manual 6 percepatan, pasti lebih enak untuk mobil diesel yang punya powerband pendek-pendek. Overall mesin Ertiga Diesel ini tenaganya enak dan halus.

Hybrid?

Suzuki tahu betul mobil ini punya putaran bawah yang terasa tak lebih, untuk itu Suzuki mensiasati ini dengan tambahan tenaga dari motor listips yang bekerja di putaran bawah. Umumnya ISG bakal memberbagi tambahan tenaga di putaran mesin 1.500 sampai 2.200 rpm, sebab berbagai kali saya menonton indikator SHVS menyala yang memperlihatkan bahwa motor tersebut sedang bekerja. Ketika melepas gas pun, indikator SHVS juga menyala lagi sebab ia merubah energi kinetik menjadi daya tambahan untuk aki sebagaimana alternator.

Sayangnya Suzuki tak merinci berapa tenaga yang dihasilkan oleh motor ISG tersebut, yang kami rasakan ketika mengendarai mobil tersebut saat indikator SHVS menyala, kami tak merasakan adanya penambahan tenaga sama sekali. Semacamnya sebab saking kecilnya tenaga motor listips tersebut, kami sehingga tak dapat merasakan adanya tambahan tenaga.

Baca juga : Review Kelebihan Fitur Head Unit Pada Suzuki Ertiga Dreza GS

Lantas kenapa Suzuki memberbagi emblem Hybrid di mobil ini apabila tenaga tambahan motor listips mobil ini tak terasa? Jawabannya ringkas, meskipun dirinya tak memakai baterai lithium dan motor listipsnya sangat kecil, motor listips ini juga bekerja saat mesin diesel ini bekerja, tak semacam mobil-mobil lain dimana motor starter hanya untuk mengnasibkan mesin. Sehingga sah-sah saja apabila Suzuki menyebut mobil ini Hybrid.

Oh iya, ngomong-ngomong soal auto start/stop, sistem ini hanya bekerja ketika mobil dalam posisi netral. Sehingga ketika kami berjumpa lampu merah dan transmisi kami netralkan, mesin bakal berhenti dengan sendiri, tetapi audio dan AC tetap bekerja meskipun kompresor AC tak bekerja. Sebab mobil di lampu merah umumnya hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 menit, rasanya tak begitu berpengaruh kepada pendinginan. Dalam kondisi netral dan mesin berhenti, injak pedal kopling, seketika mesin bakal nasib kembali dengan halus. Nice! Tak suka? Gampang, ada tombol buat menonaktifkannya kok di sebelah kanan.

Kesimpulan

Seusai meperbuat review Ertiga Diesel, kami merasa bahwa mobil ini merupakan solusi untuk kamu yang merasa Suzuki Ertiga bensin seusai facelift kemampuannya bertidak lebih. Mobil ini torsinya besar, hebat irit dan untuk ukuran diesel sangat halus.

Sayangnya mobil ini punya built quality interior yang tak sebaik varian bensin dan mesinnya lumayan manja untuk ukuran diesel di Indonesia, sebab apabila kamu mengisi mobil ini dengan bahan bakar diesel yang bernilai rendah, maka garansi yang diberbagi Suzuki bakal gugur, seandainya mobil ini punya ketahanan mesin semacam trio SUV diesel yang sempat kami komparasi dalam menengguk BBM bernilai rendah, pasti saja tanpa pikir panjang opsi mesin diesel Ertiga ini merupakan pilihan yang sangat luar biasa. itulah review singkat mobil suzuki ertiga diesel hybrid dari kami yang bersumber dari Autonetmagz.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Review Suzuki Ertiga Diesel Hybrid Terlengkap

0 komentar:

Post a Comment